Sandiaga Uno: Program Pangan Murah Sudah Bisa Dinikmati Warga Jakarta

Subscribe kami dengan email untuk mendapat pemberitahuan tentang tulisan terbaru kami yang tentunya akan bermanfaat bagi kamu...

Masukkan Email Kamu Delivered by FeedBurner

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bpk. Sandiaga Uno mengatakan bahwa subsidi susu dan ikan sudah bisa dinikmati warga mulai bulan Februari ini. Walaupun diakuinya juga, sosialisasi tentang program ini masih kurang.

“Kami ingin mengingatkan masyarakat, khususnya yang kemarin belum sempat tersosialisasikan, program pangan murah Februari ini sudah ditambah dengan susu dan ikan,” ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/2).

Sandi melanjutkan, “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin meningkatkan asupan protein di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dengan demikian, dengan tambahan subsidi ini, dia ingin masyarakat semakin sehat.”

“Ini yang menurut kami secara jangka panjang protein ini akan meningkatkan kesehatan dan daya saing dari para generasi muda kita ke depan,” harap Sandi.

Sebelum ada ikan dan susu, Pemprov DKI Jakarta sudah menyubsidi empat jenis pangan seperti daging sapi, daging ayam, telur, dan beras.

Warga yang bisa membeli produk pangan bersubsidi ini adalah para penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), penghuni rumah susun, lansia, buruh dengan gaji UMP, dan penyandang disabilitas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berusaha meningkatkan asupan gizi di kalangan masyarakat menengah ke bawah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berusaha meningkatkan asupan gizi di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Sumber foto: EDUNEWS.id

PENJUALAN PRODUK PANGAN BERSUBSIDI TIDAK AKAN DIHENTIKAN

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni memastikan penjualan produk pangan bersubsidi pada 2018 tidak akan dihentikan. Darjamuni memastikan bahwa daging bersubsidi untuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) tetap ada.

Darjamuni menjelaskan, anggaran untuk 6 produk pangan bersubsidi pada 2018 mencapai Rp 885 miliar. Menurut dia, anggaran itu sudah tersedia di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta.

Keenam produk pangan bersubsidi itu yakni daging sapi, daging ayam, telur, beras, ikan beku, dan susu. Ikan beku dan susu merupakan produk pangan baru yang akan diberi subsidi.

Menurut Darjamuni, ada sekitar 700.000 warga yang dapat membeli produk pangan bersubsidi itu, termasuk penerima KJP. Saat ini, DKPKP DKI Jakarta masih memverifikasi daftar warga yang berhak membeli produk pangan bersubsidi tersebut.

Darjamuni menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai penyedia produk-produk pangan tersebut. Beras dan telur disediakan PT Food Station Tjipinang Jaya, sementara daging sapi dan daging ayam disediakan oleh PD Dharma Jaya.

Darjamuni juga menjelaskan, pembayaran subsidi nantinya dilakukan dengan mekanisme reimburse. Artinya, Pemprov DKI Jakarta baru akan membayar setelah produk-produk pangan itu terjual setiap bulannya.

Tentu saja hal ini merupakan kabar gembira bagi warga DKI Jakarta. Diharapkan, dengan adanya subsidi ini, asupan gizi di kalangan masyarakat menengah ke bawah dapat meningkat untuk kedepannya.

Komentar Facebook

Komentar

About Aa Nugraha 5 Articles
Proud to be a Muslim

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*